Rakyat Pati Galang Donasi Biayai Akomodasi Aksi Desak Sudewo Ditetapkan Tersangka di KPK
NU Online · Sabtu, 30 Agustus 2025 | 17:00 WIB

Imam, seorang warga Pati yang kini tinggal di Gresik menyempatkan berdonasi di posko di sela-sela pulang kampung karena acara keluarga, Jumat (29/8/2025). (Foto: NU Online/Ahmad Solkan)
Ahmad Solkan
Kontributor
Pati, NU Online
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) melakukan penggalangan donasi sukarela untuk membiayai akomodasi aksi pada Senin (1/9/2025) lusa, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Aksi ini digelar untuk mendesak KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka.
Koordinator AMPB Teguh Iswanto mengatakan, tujuan utama penggalangan donasi ini untuk membiayai ongkos para peserta aksi di Gedung KPK. Selain untuk mendesak KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka, aksi tersebut juga untuk memberi dukungan moril kepada KPK agar bekerja secara profesional dan independen.
Ia mengungkapkan, pihaknya melakukan penggalangan donasi sukarela untuk masyarakat lantaran tidak mempunyai sumber daya modal yang cukup untuk membiayai aksi. Meskipun demikian, AMPB menghindari ditunggangi oknum-oknum tertentu dengan cara menolak sumbangan dari pemodal apalagi yang bernilai fantastis.
"Ya kita sangat-sangat hindari dari pemodal. Pemodal itu orang-orang kaya yang ngasih modal sama kita. Pejabat atau ormas dan sebagainya, pokoknya hindari pemodal," terangnya saat diwawancarai secara langsung NU Online di posko penggalangan donasi yang berlokasi di utara Alun-Alun Simpang Lima Pati, Jumat (29/8/2025).
Pria yang akrab disapa Teguh ini menegaskan, donasi ini murni berasal dari masyarakat. Selama ini, masyarakat yang datang langsung ke posko untuk berdonasi. Pihaknya tidak menggalang donasi lewat cara berkeliling mendatangi masyarakat.
"Ini donasi masyarakat kita, sukarela masyarakat, kita tidak meminta. Jadi kita nunggu saja. Berarti kan kalau ada warga yang datang (berdonasi) berarti dia itu tulus ikhlas. Karena kita tidak mendatangi mereka," jelasnya.
Dalam penggalangan donasi ini, ia menolak untuk ditunggangi atau diintervensi pihak manapun dengan cara menolak nominal donasi yang jumlahnya besar.
Menurutnya, dulu saat penggalangan donasi aksi pada 13 Agustus 2025, ada donatur yang hendak berdonasi senilai Rp10 juta. Lantas, Teguh pun menolak bantuan tersebut. Ia kemudian menyarankan agar donasi tersebut dipecah-pecah sehingga nominalnya menjadi kecil, kemudian diatasnamakan kerabat atau saudaranya.
"Baru kita mau menerima itu. Nanti kita print out untuk data transfernya kita bagikan. Jadi tidak ada transferan yang nilainya banyak meskipun dia ikhlas. Nanti orang-orang pada curiga di belakang itu ada apa," tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat yang hendak berdonasi agar nilai nominalnya wajar-wajar saja. Bisa mulai dari Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp100 ribu hingga Rp3 juta.Â
Ia juga menuturkan, donasi yang terkumpul saat ini mayoritas berasal dari masyarakat Pati. Ada juga donasi dari masyarakat Pati yang merantau seperti dari Malaysia, Hong Kong, Jakarta, Surabaya dan lain sebagainya.
"Jadi kita terbuka saja," terangnya.
Total donasi tunai yang terkumpul hingga Kamis (28/8/2025) pukul 24.00 WIB senilai Rp175 jutaan. Sedangkan donasi lewat transfer pada waktu yang sama terkumpul Rp20 jutaan.
Uang donasi tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai akomodasi aksi rakyat Pati di Jakarta. Mulai untuk membayar akomodasi kendaraan, perlengkapan-perlengkapan hingga konsumsi.
Ia menargetkan, jumlah massa yang ikut aksi akan diangkut dengan sepuluh armada bus. Apabila setiap bus membawa 50 orang, diperkirakan massa yang ikut berangkat ke Jakarta sebanyak 500 orang.
Ia juga terbuka apabila ada warga Pati lain yang ikut bergabung dengan AMPB lewat swadaya pribadi dengan menyewa bus secara mandiri atau memakai mobil pribadi.Â
"Yang kita distribusi ya sepuluh bus itu, termasuk nanti orangnya, termasuk konsumsinya. Tapi kalau ada warga yang ikut tapi dengan mobil pribadi ya silakan, tapi itu di luar kuasa (AMPB) untuk mengurusnya," tuturnya.
Teguh merasa yakin apa yang ia perjuangkan bersama rakyat Pati diridhai Allah dan akan dikabulkan oleh Allah swt. "Cuma kita diwajibkan untuk ikhtiar, berusaha dan berjuang," ucapnya.
Imam Muayub, rakyat Pati yang kini tinggal di Gresik menyempatkan datang langsung ke posko dan berdonasi di sela-sela pulang kampung untuk menghadiri acara keluarga. Ia mendukung penuh aksi pelengseran Sudewo dari kursi Bupati Pati dan penetapannya sebagai tersangka.
Menurutnya, pemerintah harus pro terhadap rakyat. Apabila ada pejabat negara yang terbukti melanggar hukum, maka harus ditindak.Â
"Hukum harus ditegakkan, itu yang nomor satu. Karena negara kita negara hukum ya," tandasnya saat diwawancarai NU Online setelah berdonasi secara langsung di posko.
Sebagai rakyat Pati, ia menilai Sudewo tak pantas lagi menjadi Bupati Pati. Kepercayaan rakyat Pati turun drastis bahkan menolak Sudewo memimpin Pati. Ini dibuktikan lewat demonstrasi besar pada tanggal 13 Agustus kemarin.
Lebih lanjut, ia atas nama rakyat Pati mendukung penuh aksi rakyat Pati di KPK untuk mendesak Sudewo menjadi tersangka.
"Sekarang saya sebagai warga Pati, tetap mendorong teman-teman. Ya kalau memang istilahnya ada dugaan korupsi, ya silakan, lanjut aja, udah gitu aja. Harus dilanjut," ujarnya memberi dukungan.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Kapolda Metro Jaya Diteriaki Pembunuh oleh Ojol yang Hadir di Pemakaman Affan Kurniawan
6
PMII Jakarta Timur Tuntut Keadilan Usai Kadernya Tertembak Peluru Karet hingga Tembus Dada
Terkini
Lihat Semua