Nasional

RMI PBNU Gelar Seleksi Akhir Muqabalah Beasiswa ke Maroko

Jumat, 29 Agustus 2025 | 11:30 WIB

RMI PBNU Gelar Seleksi Akhir Muqabalah Beasiswa ke Maroko

Seorang santri sedang mengikuti seleksi akhir muqabalah beasiswa ke Maroko, di Gedung PBNU, Jakarta. (Foto: dok. RMI PBNU)

Jakarta, NU Online

Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menggelar seleksi akhir muqabalah beasiswa ke Maroko bersama tim penguji dari Wizaratul Awqaf Kerajaan Maroko.


Dalam seleksi ini, para peserta diuji secara komprehensif. Materi ujian meliputi hafalan Al-Qur’an, kemampuan bahasa Arab, penguasaan kitab-kitab matan, serta kecakapan bahasa asing, khususnya Prancis dan Inggris, yang menjadi bekal penting dalam pergaulan akademik internasional.


Ketua RMI PBNU KH Hodri Arief menegaskan, program ini merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan kader-kader pesantren agar mampu melanjutkan studi di Maroko dengan baik.


“Harapan kami, tahun ini bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Namun demikian, keputusan akhir mengenai jumlah peserta yang lolos sepenuhnya ditentukan oleh pihak Wizaratul Awqaf. Kami dari RMI PBNU berusaha sebaik mungkin memberikan pembekalan yang maksimal kepada para santri,” ujar Kiai Hodri, melalui keterangan tertulis yang diterima NU Online, pada Jumat (29/8/2025).


Sebagai bentuk ikhtiar, sejak awal Agustus 2025 RMI PBNU telah menyelenggarakan Program Inkubasi Santri. Program ini difokuskan pada penguatan bahasa Arab, pendalaman kitab-kitab matan, serta tambahan kecakapan bahasa asing, yakni Prancis dan Inggris, untuk memperluas wawasan global para peserta.


Melalui upaya tersebut, Kiai Hodri berharap lahir generasi santri Indonesia yang tidak hanya mumpuni dalam penguasaan turats, tetapi juga memiliki wawasan global serta kesiapan menghadapi dinamika internasional secara relevan dan produktif.


"Santri diharapkan mampu menghadirkan wajah pesantren di kancah global. Sebagaimana kerap disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, santri juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa dan negara," harap Kiai Hodri.


Sebagai informasi, seleksi muqabalah kali ini merupakan angkatan keempat pengiriman santri untuk belajar di Maroko pada masa kepemimpinan Gus Yahya.